Jl. Jimerto 25-27 Surabaya - Gedung Pemerintah Kota Surabaya Lt.5

Tatanan 1 - Kawasan Pemukiman Sarana dan Prasarana Sehat


Indikator untuk menilai keadaan kawasan permukiman, prasarana dan sarana yang sehat adalah sebagai berikut :

Udara bersih; Incidence penyakit ISPA / Pneuminia; Incidence kasus TB / Paru; Adanya uji emisi kendaraan roda 4; Adanya uji emisi udara tidak bergerak; Keadaan air sungai; Keadaan pembuangan sampah ; Kelurahan berseri (bersih, sehat, rapid an indah ); Bantaran sungai bebas dari bangunan liar; Peningkatan cakupan pelayanan air bersih ; Peningkatan cakupan kualitas air minum ; Presentase penduduk yang menggunakan jamban sehat 64% ; Adanya sistem pengolahan limbah domestik kota (IPAL) ; Drainase perkotaan lancar/ tidak  terdapat genangan air di Jalan ; Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) ; Penurunan Incidence kasus filariasis (kaki gajah) ; Tidak terjadi penumpukan sampah di lingkungan umum  dan pemukiman ; Adanya pemisahan/ pemilahan  sampah (3R)  ; Tempat Pembuangan Akhir Sampah tidak mencemari lingkungan ; TPA sistem lahan urug terkendali (untuk Kota Kecil) ; TPA sisitem lahan urug saniter (untuk Kota Besar/Metropolitan) ; PSN dan GJB berjalan dengan baik ; Tersedia fasilitas sarana umum yang cukup (olah raga, rekreasi, dll) ; Angka bebas jentik aedes di perumahan/pemukiman ; Bebas banjir ; Peningkatan rumah sehat ; Menurunnya KLB penyakit diare, DBD atau malaria ; Meningkatnya pemanfaatan pelayananpuskesmas ; Program wajib tanam pohon  bagi masyarakat / gerakan penghijauan ; Tersedia taman dan hutan kota ; Presentase sekolah sehat ; Tersedianya sarana berolah raga di sekolah ; Adanya program pasar sehat  ; Sarana umum lainnya (olah raga, rekreasi) ; Lingkungan pasar perkotaan bersih  ; Tersedia toilet yang cukup dan memenuhi syarat di pasar ; Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas,Klinik, RS dll) ; Tersedia lahan parkir di pasar perkotaan ; Adanya fasilitas untuk orang cacat di tempat umum/sarana umum ; Adanya pengaturan & penataan pedagang K5.

 

1. Udara Bersih

Pemerintah kota Surabaya, juga telah memiliki Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2008 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Dalam setiap tahun terjadi peningkatan jumlah hari udara baik sebesar 0.18 persen, penurunan jumlah hari udara sedang sebesar 0.82 persen dan peningkatan jumlah hari udara tidak sehat sebesar 0.65 persen. Perkembangan kondisi kualitas udara diatas menunjukkan kualitas udara yang layak hirup adalah 360 hari atau 98,63 persen dari 365 hari dalam setahun pada tahun 2006, 360 hari atau 98,63 persen dari 365 hari dalam setahun pada tahun 2007, 358 hari atau 97,81 persen dari 366 hari dalam setahun pada tahun 2008 dan 335 hari atau 91,78 persen dari 365 hari dalam setahun pada tahun 2009, 336 hari atau 98.82 persen dari 340 tiap hari dalam setahun pada tahun 2010.


2. Incidence Penyakit ISPA / Pneuminia

Masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sehingga penyakit menular seperti demam berdarah, ISPA, Diare, masih berendemi dimasyarakat.


3. Adanya Uji Emisi Kendaraan Roda 4 dan udara tidak bergerak

Target kinerja kota Surabaya hingga tahun 2015 adalah kualitas udara emisi di kawasan industri SO2 85% dan NO2 85%. Jumlah emisi karbon dioksida (CO2) Berkurang 26% pada 2020.

4. Keadaan Air Sungai

Pengendalian Pencemaran Air dilakukan dengan berbagai program yang dilakukan oleh BLH Kota Surabaya sendiri maupun bersama dengan KLH dan/atau dengan BLH Provinsi Jawa Timur, seperti pemantauan kualitas sungai di 23 titik, pengawasan dalam program PROPER maupun pengawasan sendiri termasuk kegiatan Patroli Air di Kali Surabaya dan Kali Mas.

Sebagai daerah hilir, Kota Surabaya dengan sendirinya merupakan daerah limpahan debit air dari sungai yang melintas dan mengakibatkan terjadinya banjir pada musim penghujan.

5. Keadaan Pembuangan Sampah kelurahan Berseri (Bersih, Sehat, Rapid dan Indah)

Mengingat semakin meningkatnya timbunan sampah di Kota Surabaya dan teknik open dumping yang tidak efektif dalam mengolah sampah, maka untuk kedepannya pengolahan sampah akan diarahkan dengan menggunakan teknologi pengolahan sampah yang lebih modern dan dalam jangka panjang akan dikembangkan dengan konsep: “Waste to Energy”.

Program Pengelolaan Kebersihan Kota

Program ini ditujukan untuk mendorong ketercapaian pengurangan danpenanganan sampah melaui partisipasi masyarakat maupun dunia usaha.Tolak ukur keberhasilan dari program ini adalah meningkatnya Cakupanlayanan Kebersihan; dan menurunnya Jumlah sampah yang dikelola di TPA dan rata – rata jumlah sampah yang diangkut dari TPS (m3).Adapun Kegiatan Pokok dari program tersebut antara lain :

  • Pengadaan sarana dan prasarana pengelolaan Kebersihan
  • Peningkatan operasional dan pemeliharaan prasarana dan saranakebersihan

6. Bantaran Sungai Bebas dari bangunan Liar

Surabaya memiliki 3 sungai besar, yaitu Kali Surabaya, Kali Jagir dan KaliMas. Pada ketiga kali tersebut, upaya penataan kawasan tepi sungai terus menerus dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya. Yang paling signifikan terlihat adalah, pada sepanjang tepi kali jagir atau jl. Jagir Wonokromo, yang dahulunya penuh dengan bangunan rumah tinggal dan bangunan usaha, pada saat ini sudah bersih dan tergantikan oleh ruang terbuka hijau. Begitu juga pada kawasan tepi Kalimas, pada saat ini sudah dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau berupa taman penghias kota maupun taman rekreasi, seperti Taman prestasi, taman skate dan BMX, museum kapal selam, taman Tirta boga dll.