Jl. Jimerto 25-27 Surabaya - Gedung Pemerintah Kota Surabaya Lt.5

Tatanan 7 - Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri


Indikator untuk menilai keadaan kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri adalah sebagai berikut :

Adanya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat, tersedianya tempat-tempat umum yang laik sehat, tersedianya permukiman, perumahan dan bangunan sehat, tersedianya jaringan penyediaan air bersih, terjaminnya kesehatan dan keselamatan kerja, pencegahan kecelakaan dan rudapaksa, tersedianya pelayanan kesehatan keluarga (KB), ketersediaan akses pembinaan kesehatan jiwa masyarakat dan pola asuh anak, adanya kegiatan kesehatan olahraga dan kebugaran, tersedianya program anti tembakau, terselenggaranya imunisasi, terjaminnya pelayanan pengobatan dan perawatan, pemberantasan malaria, pemberantasan penyakit DBD, Pemberantasan penyakit TB Paru, Pemberantasan Diare, Pemcegahan penyakit degenaratif, tersedianya jaminan gizi dan jaminan pelayanan kesehatan masyarakat.

1.  Adanya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

   Tingkat kesehatan masyarakat suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh pola hidup dan lingkungan yang ada di sekitar. Surabaya sebagai kota metropolis dan urban memiliki potensi pengembangan dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Pada tahun 2010 tercatat bahwa sebesar 68.59 persen rumah tangga yang ada di Kota Surabaya telah melaksanakan PHBS dengan baik.

2.  Tersedianya tempat-tempat umum yang laik sehat

     Pada sebagian besar tempat umum di kota Surabaya seperti hotel, restoran, terminal, pusat-pusat perbelanjaan telah diwajibkan menerapkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2008 Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok (KTR dan KTM) yang pelaksanaan diawasi oleh instansi lintas sector terkait seperti Dinas Kesehatan dan Satpol PP. Selain itu, aspek kebersihan dan kesehatan terhadap tempat-tempat umum menjadi sdalah satu program utama Dinas Kesehatan diantaranya melalui pemeriksaan sanitasi dan surveylance tempat-tempat umum.

3. Tersedianya Pelayanan Kesehatan Keluarga (KB)

   Fokus pelayanan KB di Kota Surabaya yaitu pada peningkatan partisipasi akseptor pria, dimana jumlah peserta KB disbanding jumlah Pasangan Usia Subur mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain Gebyar KB dalam rangka revitalisasi program KB, Lomba Keluarga Harmonis, IMP, PLKB teladan dalam rangka Keluarga Nasional, Penialian angka kredit PLKB, Rapat Kerja daerah Program KB, dan Sosialisasi KB Lestari dan KB Pria.

4. Tersedianya Program Anti Tembakau

  Program Anti Tembakau yang dilaksanakan di Kota Surabaya antara lain digunakan untuk penyediaan tempat dan fasilitas bagi perokok pada kantor-kantor instansi pemerintahan, rumah sakit daerah dan tempat-tempat umum seperti terminal dan pusat perbelanjaan. Lebih khusus lagi, program anti tembakau digunakan untuk pembiayaan alat-alat kesehatan dan sarana penunjang kesehatan pada puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah Kota Surabaya yaitu RSUD.dr. M. Soewandhie dan RSUD. Bhakti Dharma Husada.Selain itu, sejumlah permukiman juga mendeklarasikan wilayahnya sebagai wilayah bebas rokok (kampong bebas rokok)