Jl. Jimerto 25-27 Surabaya - Gedung Pemerintah Kota Surabaya Lt.5

Surabaya Ikut Program Kota Sehat



Surabaya - Program Kota Sehat ini digelar dan diselenggarakan oleh Pemprov Jatim. Hari ini, Rabu (29/8), Surabaya didatangi tim juri program tersebut. Juri diantaranya terdiri dari 16 orang yang dibagi delapan kelompok untuk memantau dan menilai beberapa lokasi di seluruh kota.

Menurut Kepala Bagian Humas Kota Surabaya Nanies Chairani, tim juri itu datang ke SD Medokan Ayu II, Pasar Soponyono, Terminal Tambak Osowilangon, Mangrove Wonorejo, Kampung Gundih, kawasan bisnis Basuki Rahmat, kawasan industri SIER, dan Pusat Pelatihan Mangrove. Para juri juga datang ke pengelolaan sampah Kebut Bibit Wonorejo, Sentra PKL Pakis, FKPM Kedung Baruk RW V, dan sejumlah kampung unggulan juga tak luput dari pantauan juri. Total ada 26 obyek yang dinilai oleh tim juri.

“Tempat-tempat tersebut dipilih karena memiliki potensi tertentu dan sangat produktif seperti kampung jahit, kampung bordir, kampung pernak-pernik dan lainnya. Namun bukan Surabaya yang menentukannya tapi tim itu sendiri,” ujar Nanies.

Sementara menurut Ketua Tim Juri Ahmat, beberapa gedung perkantoran yang dinilai pernah meraih penghargaan internasional, juga didatangi. “Dalam program ini, ada sembilan indikator fokus penilaian, diantaranya kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, sarana lalu lintas dan pelayanan transportasi, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, dan hutan sehat. Kami juga memasukan ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kehidupan sosial yang sehat, dan pertambangan sehat,” kata Ahmat.

Untuk Surabaya ini, hanya delapan indikator yang diikutsertakan. Untuk pertambangan sehat, Surabaya tak mengikutinya. Ada enam kota dan sembilan kabupaten di Jatim yang ikut program ini. Hasil penilaian, diumumkan pada 12 Oktober, bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Jatim.