Jl. Jimerto 25-27 Surabaya - Gedung Pemerintah Kota Surabaya Lt.5

Pelajari Keberhasilan Surabaya Dalam Meraih Predikat Kota Sehat



Surabaya, eHealth. Dinas kesehatan Kota surabaya kembali mendapat kunjungan dari Dinas Kesehatan Palembang Jum’at (14/12). Kunjungan dari Dinas Kesehatan Kota Palembang itu bertujuan untuk studi mengenai Kota Sehat yang telah dimenangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya belum lama ini.

Bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 Kantor Dinas Kesehatan Kota Surabaya, rombongan Dinas Kesehatan Kota Palembang mendapat sambutan hangat dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Esty Martiana Rachmie dan Kepala Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan, drg. Bisukma Kurniawati dan Seksi Kesehatan Lingkungan, Nur Ilmiah SKM beserta staf. 

Dalam kunjungan itu, sekilas Seksi Kesehatan Lingkungan, Nur Ilmiah memberikan gambaran secara umum mengenai keberhasilan Kota Surabaya dalam meraih predikat kota sehat yang dilalui dengan melewati delapan tatanan.

Delapan tatanan yang ada di Surabaya yaitu kawasan pemukiman sarana dan prasarana sehat, kawasan tertib lalu lintas dan pelayanan transpotasi, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan hutan sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kehidupan sosial yang sehat.

Dalam kunjungan itu Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kota Palembang dr. Avimelda mengatakan bahwa dalam studi bandingnya mengenai kota sehat ia berharap informasi yang di dapat di Surabaya nantinya bisa di aplikasikan di Kota Palembang, meski tidak harus di adop semua.

 ”Ingin lebih aplikatif, namun tentu nanti akan kita sesuaikan yang ada di Kota Palembang,” jelasnya saat di temui tim eHealth.

 Lanjut ian katakan bahwa tujuan ingin meraih kota sehat tidak hanya di motori oleh Dinkes Kota Pelembang tetapi Pemkot Palembang untuk itu dalam rombongannya tidak hanya Dinkes Palembang saja tetapi juga membawa dari Pemerintah Kota.

 ”Saya ingin dalam meraih predikat kota sehat tidak hanya 8 tatanan tetapi 9 tatanan karena di Kota Palembang terdapat pertambangan, kalau di Surabaya 8 tatanan karena tidak ada pertambangan,” paparnya.