Jl. Jimerto 25-27 Surabaya - Gedung Pemerintah Kota Surabaya Lt.5

Surabaya incar predikat Kota Sehat



Surabaya (ANTARA News) - Kota Surabaya menargetkan meraih predikat sebagai Kota Sehat dalam program kota sehat yang digelar Pemprov Jatim.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Rabu, mengatakan, dari sembilan indikator penilaian, Surabaya hanya mengambil delapan poin, minus pertambangan sehat.

"Semua indikator diikuti oleh Surabaya kecuali pertambangan sehat, karena memang tidak ada pertambangan di sini," ujarnya.

Selain Kota Pahlawan, program Kota Sehat ini juga diikuti oleh lima kota dan sembilan kabupaten di Jawa Timur. Hasil penilaian bakal diumumkan pada 12 Oktober mendatang, bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Kota Surabaya mendapat penilaian dari tim juri Program Kota Sehat. Sebanyak 16 orang juri dibagi dalam 8 kelompok langsung memantau beberapa lokasi guna mendapatkan data yang valid di lapangan.

Beberapa titik yang dikunjungi tim juri yakni SD Medokan Ayu II, Pasar Sopoyono, Terminal Tambak Osowilangon, Mangrove Wonorejo, Kampung Gundih, kawasan bisnis Basuki Rahmat, kawasan industri SIER, dan Pusat Pelatihan Mangrove.

Tak hanya itu, pengelolaan sampah Kebun Bibit Wonorejo, Sentra PKL Pakis, FKPM Kedung Baruk RW V, dan sejumlah kampung unggulan juga tak luput dari pantauan juri. Total ada 26 objek yang dinilai oleh tim penilai.

Tempat-tempat tersebut dipilih karena menyimpan potensi tertentu dan sangat produktif seperti kampung jahit, kampung bordir, kampung pernak-pernik dan lain sebagainya. Serta beberapa gedung perkantoran yang dinilai pernah meraih penghargaan internasional.

Ketua Tim Juri, Program Kota Sehat Ahmat mengatakan, fokus penilaian di antaranya kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum, sarana lalu lintas dan pelayanan transportasi, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, dan hutan sehat.

"Selain itu juga ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kehidupan sosial yang sehat, dan pertambangan sehat," ujarnya.

Tujuan utama Program Kota Sehat, lanjut dia, bukanlah mencari pemenang atau berkompetisi antardaerah, melainkan untuk verifikasi guna melihat kelebihan dan kekurangan setiap kota/kabupaten.

"Hasil penilaian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi masing-masing daerah," ujarnya.